Dari Bisnis Kaki Lima Penghasilan Bintang Lima

Dari Bisnis Kaki Lima Penghasilan Bintang Lima
Dari Bisnis Kaki Lima Penghasilan Bintang Lima

Seperti yang diketahui bahwa kuliner adalah tipe usaha yang tak ada matinya, bahkan penghasilan yang diperoleh tak kalah gurihnya dengan citarasa yang dihasilkan. Besarnya penghasilan yang diperoleh itupun tak selalu dimulai dengan pendirian usaha kuliner yang besar, tetapi dari sektor kecil bukanlah hal yang tak mungkin. Di samping itu, bisnis bersangkutan perlu ditunjang dengan taktik jitu tersendiri yang membuat usaha kecil-kecil memberikan income besar.

Menuai kuliner kaki lima berpenghasilan bintang lima itupun cukuplah beragam, sedari menu makanan ringan hingga lainnya. Bahkan, harga yang ditawarkan pun tidaklah selalu mahal untuk memperoleh laba besar. Harga standard pun sama-sama dapat diaplikasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Adapun karakteristik dari bisnis kuliner ini meliputi:

  • Pilih jenis kuliner yang berpeluang tinggi, entah itu untuk kuliner jajanan ataupun yang berjenis menu berat.
  • Tentukan tempat yang cocok untuk memasarkan kuliner itu, seperti di area Kampus, Kantor, Sekolahan dan lainnya.
  • Cari pihak terpercaya untuk menghandle kuliner tersebut dengan hitungan-hitungan yang dapat diperhatikan. Jadi pemasukan sebanding lurus dengan menu yang dipesan. Tempatkan satu lapak untuk di wilayah A, kemudian lapak kedua di area B dan seterusnya. Bisa dimulai dari satu lapak, kemudian dikembangkan lagi.

Sedikit demi sedikit income yang diperoleh pun akan bertumpuk menjadi banyak. Selain itu, pastikan Anda memiliki nomor ponsel sebagai jalur untuk berkomunikasi antara Anda dan kesemua karyawan bersangkutan. Miliki pula aturan kerja seperti:

  • Jam kerja yang standard yakni 8 jam.
  • Hitungan gaji yang terpenuhi dengan baik.
  • Izin sehari sebelum libur, guna mengurangi produksi maupun mencari personal lain untuk menggantikan.
  • Miliki surat perjanjian kerja agar nantinya karyawan juga memberikan kontribusinya secara penuh.

Menjalankan bisnis yang dikerjakan oleh pihak lain memang cenderung was-was, akan tetapi, Anda tetap bisa memantaunya dengan berbagai cara. Seperti menulis dan mencatat setiap produk yang ada. Begitu pula dengan ketetapan harga bersangkutan, jadinya harga bisa dipantau pula. Tak lupa pula, Anda bisa menguji kepercayaan karyawan dengan meminta pihak lain sebagai pembeli yang datang. Kemudian mintalah respond bersangkutan, cara ini cukup efektif untuk menguji. Dengan begitu, Anda bisa memutuskan untuk menindaklanjuti.

Joseph Wardani